Bawaslu Buleleng Awasi Coktas PDPB, Soroti Potensi Masalah Data Pemilih
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Potensi persoalan dalam pemutakhiran data pemilih menjadi perhatian Bawaslu Buleleng saat melakukan pengawasan Pencocokan Terbatas (Coktas) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II yang dilaksanakan KPU Buleleng di Kecamatan Sawan, Kamis (21/5). Sejumlah kategori data, mulai dari pemilih non-aktif, pemilih luar negeri, hingga data tidak padan, dinilai berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak diverifikasi secara cermat.
Pengawasan dipimpin langsung Anggota Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana, dengan menyasar sejumlah desa di Kecamatan Sawan, yakni Desa Galungan, Lemukih, Sudaji, dan Suwug. Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Buleleng memastikan proses pencocokan data dilakukan secara faktual dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Sugi Ardana mengatakan, pemilih luar negeri dan kategori TMS non-aktif menjadi titik rawan dalam proses pemutakhiran data yang memerlukan perhatian lebih. Menurutnya, verifikasi yang tidak dilakukan secara detail berpotensi memunculkan kesalahan administrasi yang dapat berdampak pada kualitas daftar pemilih.
“Pemilih luar negeri maupun kategori non-aktif harus diverifikasi secara detail agar tidak terjadi kekeliruan administrasi. Dinamika perubahan data kependudukan juga menjadi tantangan yang perlu dicermati bersama,” ujarnya di sela pengawasan.
Ia menjelaskan, perubahan status penduduk yang berlangsung cukup dinamis, baik karena perpindahan domisili, perubahan identitas, maupun kondisi kependudukan lainnya, menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Karena itu, Bawaslu Buleleng memperkuat koordinasi dan melakukan pengawasan melekat terhadap Coktas guna memastikan setiap data yang diperbarui telah melalui proses pencermatan yang akurat.
Melalui pengawasan tersebut, Bawaslu Buleleng berharap berbagai potensi persoalan data pemilih dapat diantisipasi sejak dini sehingga daftar pemilih yang dihasilkan benar-benar valid, akurat, dan mutakhir.
Upaya tersebut, lanjut Sugi Ardana, merupakan bagian dari komitmen Bawaslu Buleleng dalam menjaga kualitas data pemilih sebagai fondasi penting bagi terselenggaranya demokrasi yang berintegritas di Kabupaten Buleleng.
Humas Bawaslu Buleleng