Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Buleleng Peringati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Rawat Demokrasi dari Tanah Bali

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Bawaslu Buleleng menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Kantornya pada Jumat (14/8)

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Suasana peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali turut terasa di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Buleleng. Upacara peringatan digelar di halaman Kantor Bawaslu Buleleng, Jumat (14/8), dan diikuti oleh seluruh pimpinan serta jajaran Sekretariat Bawaslu Buleleng.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali. Bagi Bawaslu Buleleng, momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang untuk meneguhkan kembali tanggung jawab dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di tanah Bali.

Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, mengatakan peringatan Hari Jadi Provinsi Bali menjadi momentum untuk merefleksikan kontribusi setiap elemen masyarakat dalam menjaga Bali, termasuk melalui kerja-kerja pengawasan pemilu.

“Hari jadi ini bukan sekadar peringatan. Ini menjadi momentum untuk melihat kembali apa yang bisa kita kontribusikan bagi Bali. Bawaslu memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga demokrasi di tanah Bali, agar demokrasi tetap tumbuh dengan nilai-nilai yang kita miliki,” ujar Carna.

Menurutnya, menjaga demokrasi tidak hanya dilakukan ketika tahapan pemilu berlangsung. Nilai demokrasi perlu terus dirawat melalui kerja pengawasan yang berintegritas, pencegahan pelanggaran, serta mendorong masyarakat untuk terlibat dalam mengawasi proses demokrasi.

“Demokrasi harus kita gelorakan bersama. Bukan hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. Dari Buleleng, kita ingin terus memberikan kontribusi agar kehidupan demokrasi di Bali semakin baik,” katanya.

Ia menambahkan, semangat “Suci Lascarya” juga relevan dengan nilai yang harus dipegang dalam menjalankan tugas pengawasan. Ketulusan dan keikhlasan diperlukan agar setiap kerja pengawasan tidak semata-mata berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses yang jujur, adil, dan bertanggung jawab.

“Dalam menjalankan tugas, kita harus bekerja dengan tulus, menjaga integritas dan tidak kehilangan keberpihakan pada kepentingan demokrasi. Karena pada akhirnya, pengawasan pemilu bukan hanya soal mengawasi tahapan, tetapi bagaimana memastikan hak-hak politik masyarakat tetap terlindungi,” ungkapnya.

Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Bawaslu Buleleng pun menjadi pengingat bahwa menjaga Bali tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik maupun kebudayaan, tetapi juga dengan merawat kehidupan demokrasi yang menjadi bagian penting dalam perjalanan masyarakat Bali.

Semangat tersebut terus digelorakan melalui kerja pengawasan yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan publik. Sebab, kejayaan Bali tidak hanya dibangun melalui kemajuan, tetapi juga melalui komitmen bersama untuk menjaga demokrasi tetap hidup dan bermartabat.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Kabupaten Buleleng

Editor: Humas Bawaslu Kabupaten Buleleng