Lompat ke isi utama

Berita

Substansi Jadi Kunci Berita, Publikasi Non-Tahapan Diminta Lebih Berdampak

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Bawaslu Buleleng mengikuti Humas Upgrade Series 1: Penulisan Berita Efektif yang digelar Bawaslu RI secara daring, Senin (14/9/2026)

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Publikasi Bawaslu pada masa non-tahapan perlu lebih dari sekadar menyampaikan aktivitas kelembagaan. Setiap berita harus mampu menemukan substansi dari pekerjaan yang dilakukan, menjelaskan relevansinya bagi publik, serta menunjukkan dampak dari kerja pengawasan. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Bawaslu Buleleng dalam Humas Upgrade Series 1: Penulisan Berita Efektif yang digelar Bawaslu RI secara daring, Senin (14/9/2026).

Tenaga Ahli Bawaslu RI Apriyanti Marwah mengatakan, masa non-tahapan tetap menjadi ruang penting bagi Bawaslu untuk menyampaikan kerja kelembagaan kepada masyarakat. Publikasi tidak semestinya hanya digunakan untuk mengisi kanal berita dengan laporan kegiatan, tetapi perlu menjelaskan apa substansi dari kegiatan tersebut dan manfaatnya bagi publik.

Menurutnya, terdapat tiga hal yang perlu menjadi perhatian dalam penulisan berita. Pertama, menemukan substansi di balik setiap aktivitas. Kedua, menyampaikan informasi secara akurat, jelas, dan relevan, termasuk memastikan ketepatan nama, data, waktu, serta kutipan. Ketiga, melihat dampak setelah publikasi dilakukan.

Artinya, pekerjaan Humas tidak berhenti ketika berita selesai ditulis dan dipublikasikan. Respons masyarakat terhadap informasi yang disampaikan juga perlu diperhatikan sebagai bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana sebuah publikasi mampu menjangkau dan dipahami publik.

Sementara itu, Vidi Vici Batlolone dari Kompas TV menekankan pentingnya menghadirkan kerja pengawasan secara konkret dalam pemberitaan Bawaslu. Publik perlu mengetahui bagaimana pengawasan dilakukan, termasuk melalui informasi mengenai pencegahan, temuan, laporan, maupun penanganan perkara.

Menurutnya, salah satu kunci dalam penulisan berita adalah menemukan sisi yang paling menarik dan relevan dari sebuah aktivitas. Dengan demikian, berita tidak berhenti pada informasi bahwa suatu kegiatan telah berlangsung, tetapi mampu memperlihatkan kerja dan hasil yang memiliki arti bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut menjadi penting terutama pada masa non-tahapan. Ketika tidak berada dalam hiruk-pikuk tahapan pemilu, Bawaslu tetap memiliki berbagai pekerjaan kelembagaan yang perlu diketahui publik. Publikasi menjadi salah satu cara untuk menjelaskan bahwa pengawasan tidak berhenti ketika tahapan pemilu selesai.

Bagi Bawaslu Buleleng, peningkatan kemampuan penulisan berita menjadi bagian dari upaya menghadirkan informasi kelembagaan yang lebih relevan. Setiap publikasi diharapkan tidak hanya mendokumentasikan kegiatan, tetapi mampu menjelaskan apa yang dikerjakan Bawaslu, mengapa pekerjaan itu penting, dan apa dampaknya bagi masyarakat.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Buleleng

Editor: Humas Bawaslu Buleleng