Pasca Pemilu, Bawaslu Buleleng Perkuat Kolaborasi dengan RRI Singaraja Bangun Kesadaran Pengawasan Partisipatif
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Bawaslu Buleleng memperkuat kolaborasi dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Singaraja untuk meningkatkan edukasi demokrasi dan membangun kesadaran masyarakat dalam pengawasan partisipatif pada masa pascapemilu (post election). Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Bawaslu agar kerja-kerja pengawasan tidak berhenti pada tahapan pemilu, tetapi terus berlanjut melalui penguatan partisipasi publik.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan Ketua Bawaslu Buleleng I Kadek Carna Wirata bersama Anggotanya Putu Sugi Ardana, I Ketut Adi Setiawan, Gede Wira Mariyusa dan Gede Ganesha, ke LPP RRI Singaraja, Kamis (16/7). Kedatangan rombongan diterima Kepala LPP RRI Singaraja Ani Hasanah Mubarok beserta jajaran.
Ketua Bawaslu Buleleng I Kadek Carna Wirata mengatakan masa pascapemilu merupakan momentum yang tepat untuk memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengawal demokrasi. Menurutnya, masyarakat tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawasi setiap proses demokrasi.
"Kerja-kerja pengawasan terus dilakukan. Pada masa post election ini, ruang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat justru semakin luas. Kami ingin membangun pemahaman bahwa masyarakat tidak hanya memiliki hak pilih, tetapi juga dapat berpartisipasi aktif dalam melakukan pengawasan," ujar Carna.
Ia menegaskan keberhasilan pengawasan selama penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Buleleng merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Hal itu tercermin dari penyelenggaraan pemilu yang berjalan kondusif tanpa adanya sengketa.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan seluruh pihak, termasuk RRI Singaraja sebagai lembaga penyiaran publik, sangat penting dalam menyebarluaskan edukasi kepada masyarakat. Ke depan, kami berharap sinergi ini terus berlanjut," katanya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Buleleng Gede Ganesha mengatakan kolaborasi dengan RRI tidak hanya bertujuan memperluas sosialisasi pengawasan partisipatif kepada publik, tetapi juga memperkuat strategi pencegahan pelanggaran pemilu melalui komunikasi publik yang lebih efektif.
"Keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya pencegahan. Kami juga berharap melalui kolaborasi ini Bawaslu juga memperoleh penguatan kapasitas dari RRI terkait strategi komunikasi publik sehingga pesan-pesan kepemiluan dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat," ujar Ganesha.
Ia juga mengapresiasi komitmen RRI dalam menjaga netralitas sebagai lembaga penyiaran publik. Menurutnya, sikap tersebut sejalan dengan prinsip netralitas ASN yang menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga integritas penyelenggaraan pemilu.
Pada kesempatan yang sama, Kepala LPP RRI Singaraja Ani Hasanah Mubarok menyambut baik kunjungan Bawaslu Buleleng. Ia menyatakan RRI siap mendukung upaya peningkatan literasi demokrasi melalui penyiaran informasi yang objektif, edukatif, dan berimbang.
Menurut Ani, sinergi antara RRI dan Bawaslu merupakan langkah positif untuk memperluas jangkauan edukasi kepemiluan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kualitas demokrasi.
Melalui pertemuan tersebut, Bawaslu Buleleng dan LPP RRI Singaraja berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam penyebarluasan informasi kepemiluan, pendidikan demokrasi, serta pengembangan pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya mewujudkan demokrasi yang semakin berkualitas.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Buleleng
Editor: Humas Bawaslu Buleleng