Perkuat Manajemen SDM, Bawaslu Buleleng Dorong ASN Jadi Pengawas Pemilu yang Andal
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Penguatan manajemen sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan internal Bawaslu Buleleng menghadapi kebutuhan kerja pengawasan pemilu. Hal tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Manajemen SDM Pengawas dan Kesekretariatan yang digelar di Kantor Bawaslu Buleleng, Kamis (13/8).
Ketua Bawaslu Buleleng I Kadek Carna Wirata saat membuka acara mengatakan, aparatur sipil negara (ASN) merupakan aset penting dalam mendukung kerja kelembagaan. Karena itu, pengelolaan SDM tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan administratif, tetapi juga pada peningkatan kapasitas jajaran dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“ASN merupakan aset yang bernilai tinggi. SDM pengawas yang rata-rata ASN tidak hanya berfokus pada pekerjaan administratif, tetapi juga dituntut menjadi pengawas pemilu yang handal,” ujar Carna.
Menurut Carna, tuntutan tersebut membutuhkan manajemen SDM yang baik agar setiap personel memiliki pemahaman dan kompetensi sesuai dengan tugasnya. Kemampuan administratif tetap diperlukan dalam mendukung kerja kelembagaan, namun harus berjalan beriringan dengan kemampuan memahami tugas-tugas pengawasan.
Penguatan tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya membangun SDM internal yang mampu bekerja secara profesional dan responsif terhadap dinamika kepemiluan. Dengan demikian, jajaran Bawaslu tidak hanya kuat dari sisi tata kelola kesekretariatan, tetapi juga memiliki kapasitas yang mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan.
Anggota Bawaslu Buleleng Putu Sugi Ardana menambahkan, manajemen ASN tidak dapat dilepaskan dari perencanaan. Menurutnya, perencanaan menjadi dasar untuk melihat kebutuhan organisasi, termasuk kompetensi yang dibutuhkan serta pengembangan SDM ke depan.
“Berbicara manajemen ASN tentu ada perencanaan. Dari perencanaan itu kita bisa melihat kebutuhan organisasi, kompetensi yang diperlukan, dan bagaimana SDM dapat dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan tugas,” kata Sugi.
Sementara itu, perwakilan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa pengelolaan ASN diarahkan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas dan netral. Hal tersebut juga perlu diperkuat melalui penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas.
Bagi Bawaslu, prinsip tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan tugas pengawasan. Profesionalisme dan kompetensi diperlukan dalam menjalankan pekerjaan, sementara integritas dan netralitas menjadi prinsip yang harus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas.
Penguatan manajemen SDM pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai bagaimana pekerjaan internal berjalan tertib, tetapi juga bagaimana setiap personel memiliki kesiapan dan kapasitas untuk mendukung tugas kelembagaan.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Buleleng
Editor: Humas Bawaslu Buleleng