Lompat ke isi utama

Berita

Pesan Ganesha untuk Seniman Ogoh-Ogoh Desa Panji: Tradisi Lestari, Demokrasi Terjaga

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Menjaga demokrasi dapat dimulai dari ruang-ruang budaya yang dekat dengan masyarakat. Semangat kebersamaan, kreativitas, dan tanggung jawab yang hidup dalam tradisi pembuatan ogoh-ogoh dinilai memiliki nilai yang sama dengan upaya menjaga demokrasi agar tetap sehat dan berjalan dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng, Gede Ganesha, saat melakukan konsolidasi demokrasi bersama masyarakat di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Sabtu (7/3). Kegiatan ini berlangsung bersama kelompok penggarap ogoh-ogoh di Banjar Dinas Kelod Kauh.

Dalam pertemuan tersebut, Ganesha mengajak para seniman muda untuk menjaga demokrasi dengan semangat yang sama seperti ketika mereka melestarikan tradisi pembuatan ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi. Menurutnya, masa depan demokrasi sangat bergantung pada kepedulian generasi muda dalam merawat nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial.

“Seperti halnya membuat ogoh-ogoh yang membutuhkan kebersamaan, kreativitas, dan tanggung jawab, demokrasi juga perlu dijaga bersama agar tetap sehat dan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ganesha juga menyoroti tema ogoh-ogoh yang tengah dibuat oleh para pemuda di banjar tersebut. Ogoh-ogoh tersebut menggambarkan sosok pemimpin atau penguasa yang rakus dan jahat, yang terinspirasi dari fenomena banyaknya pemimpin yang haus kekuasaan.

Menurutnya, pesan yang terkandung dalam karya seni tersebut memiliki nilai edukatif dan reflektif bagi masyarakat. Melalui simbol ogoh-ogoh, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas serta menghindari praktik kekuasaan yang merugikan rakyat.

Ia berharap kepedulian para seniman muda terhadap isu-isu sosial yang dituangkan dalam karya ogoh-ogoh dapat terus berkembang dan sejalan dengan kesadaran untuk menjaga demokrasi. Dengan demikian, tradisi budaya tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga dapat menjadi media edukasi publik dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat.

Humas Bawaslu Buleleng