Bawaslu Buleleng Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Demokrasi Partisipatif
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Bawaslu Buleleng menghadiri kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Dewan Pengurus Komisariat GMNI Undiksha, Sabtu (4/7). Kehadiran Bawaslu dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan demokrasi sekaligus mendorong peran aktif generasi muda dalam kehidupan politik dan demokrasi.
Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, yang hadir memberikan sambutan mengatakan bahwa generasi muda merupakan kelompok yang paling menentukan arah demokrasi Indonesia. Menurutnya, komposisi pemilih yang kini didominasi oleh anak muda menjadikan peran mereka sangat strategis dalam menentukan kualitas demokrasi dan masa depan bangsa.
"Sebagai representasi anak muda, saya percaya bahwa pihak yang paling berkepentingan terhadap demokrasi adalah teman-teman pemuda. Hari ini jumlah pemilih di Indonesia didominasi oleh generasi muda. Artinya, masa depan demokrasi dan hasil-hasil demokrasi akan sangat ditentukan oleh partisipasi anak muda," ujar Ganesha.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak bersikap apatis terhadap politik. Menurutnya, demokrasi menyediakan ruang konstitusional bagi masyarakat untuk menghadirkan perubahan melalui Pemilu maupun Pemilihan.
"Jangan pernah apatis terhadap politik, karena melalui politiklah kita memiliki kesempatan untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat. Ketika proses demokrasi dijalankan dengan baik, maka kita semua memiliki peluang untuk mewujudkan cita-cita bersama," tegasnya.
Selain itu, Ganesha berharap para peserta dapat memanfaatkan organisasi sebagai wadah pengembangan diri. Menurutnya, organisasi bukan hanya tempat belajar kepemimpinan dan membangun solidaritas, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas relasi dan pengalaman yang akan bermanfaat dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, menyampaikan bahwa demokrasi merupakan sistem yang memberikan ruang bagi rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam menentukan arah kebijakan publik, sehingga keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan inovasi, menggerakkan partisipasi masyarakat, serta mendorong terwujudnya cita-cita nasional melalui semangat, idealisme, dan kreativitas yang dimiliki.
Ia juga menekankan bahwa Pemilu merupakan manifestasi nyata dari kedaulatan rakyat dalam negara demokrasi. Tingginya partisipasi politik masyarakat mencerminkan meningkatnya kesadaran terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam beberapa penyelenggaraan Pemilu terakhir, jumlah pemilih muda terus mengalami peningkatan, yang menunjukkan semakin berkembangnya kesadaran politik di kalangan generasi milenial dan Gen Z.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap lahir kader-kader muda yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki kesadaran politik, menjunjung nilai-nilai demokrasi, serta berperan sebagai penggerak partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Pemilu dan Pemilihan yang demokratis, berintegritas, dan berkualitas.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Buleleng
Editor: Humas Bawaslu Buleleng