Rumah Plastik Mandiri Jadi Ruang Dialog Demokrasi Bawaslu Buleleng
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi dan pengawasan partisipatif terus dilakukan Bawaslu Buleleng melalui berbagai pendekatan yang interaktif dengan masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan konsolidasi demokrasi yang berlangsung di Rumah Plastik Mandiri, Desa Petandakan pada Selasa (19/5).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menjadi ruang dialog antara Bawaslu dan masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan publik dalam menjaga kualitas demokrasi. Tidak hanya menyampaikan informasi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk mendengar pandangan dan pengalaman masyarakat terkait dinamika demokrasi di lingkungan sekitar.
Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, menyampaikan bahwa pendidikan demokrasi tidak harus selalu dilakukan dalam forum resmi atau ruang formal. Menurutnya, ruang-ruang sederhana justru sering kali menjadi tempat yang lebih efektif untuk membangun komunikasi yang terbuka dan partisipatif.
“Demokrasi bukan hanya milik segelintir orang, namun butuh keterlibatan banyak pihak . Karena itu, ruang-ruang sederhana seperti ini penting untuk membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat,” ujar Ganesha.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu kekuatan penting dalam menjaga proses demokrasi. Kehadiran masyarakat yang peduli dan aktif, kata dia, mampu menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran maupun persoalan yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.
Menurut Ganesha, Bawaslu Buleleng terus berupaya membangun pola komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat agar pesan-pesan pengawasan dapat dipahami secara lebih luas. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada masa tahapan Pemilu, tetapi juga melalui pendidikan demokrasi yang berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa demokrasi perlu dirawat melalui keterlibatan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kesadaran demokrasi tidak tumbuh secara instan. Ia dibangun melalui komunikasi, diskusi, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Bawaslu Buleleng berkomitmen menghadirkan pengawasan yang dekat dengan masyarakat. Karena itu, berbagai ruang interaksi sosial akan terus dimanfaatkan sebagai media pendidikan demokrasi dan penguatan pengawasan partisipatif.
Melalui kegiatan sosialisasi di Rumah Plastik Mandiri ini, Bawaslu Buleleng menegaskan bahwa ruang sederhana dapat menjadi tempat tumbuhnya kesadaran kolektif dalam menjaga demokrasi.
Humas Bawaslu Buleleng