Sugi Ardana: Masa Depan Demokrasi Ada di Tangan Generasi Muda
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Keterlibatan anak muda tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih saat hari pemungutan suara, tetapi juga dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam mengawasi jalannya tahapan Pemilu. Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana, saat menjadi narasumber dalam podcast bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan (IMK), Senin (8/6).
Dalam dialog tersebut, Sugi Ardana memaparkan struktur kelembagaan Bawaslu yang berjenjang mulai dari tingkat pusat hingga pengawas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ia menjelaskan, Bawaslu Kabupaten/Kota telah menjadi lembaga permanen sejak tahun 2018 berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Menurutnya, ruang partisipasi bagi generasi muda dalam demokrasi sangat terbuka. Selain memiliki kesempatan menjadi bagian dari penyelenggara Pemilu, anak muda juga dapat berkontribusi melalui pengawasan partisipatif untuk memastikan setiap tahapan Pemilu berjalan sesuai ketentuan.
“Generasi muda memiliki peluang dan kesempatan yang sangat terbuka dalam demokrasi. Mari bersama-sama berpartisipasi untuk mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil. Pengawas Pemilu bertugas memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai peraturan, dan anak muda dapat menjadi bagian dari pengawasan tersebut,” ujanya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat pengawasan Pemilu. Semakin banyak masyarakat yang peduli dan ikut mengawasi, semakin besar pula peluang terciptanya Pemilu yang berintegritas.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Buleleng berharap generasi muda tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga turut mengambil peran dalam menjaga proses demokrasi agar berjalan jujur, adil, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Humas Bawaslu Buleleng