Lompat ke isi utama

Berita

ASN Netral, Demokrasi Kuat : Bawaslu dan PGRI Buleleng Sepakat Bergerak Bersama

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Komitmen menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kontestasi politik terus diperkuat oleh Bawaslu Buleleng. Terbaru, lembaga pengawas pemilu ini resmi menjalin kerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Buleleng melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar secara sederhana namun penuh makna, Kamis (16/10).

Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata kolaborasi strategis antara dua lembaga yang memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.

“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan berbagai pihak, salah satunya dari PGRI yang banyak beranggotakan ASN dan guru. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan ASN tetap netral dan menjadi teladan dalam pelaksanaan Pemilu maupun Pilkada,” ujarnya.

Didampingi oleh anggota Bawaslu Buleleng Gede Ganesha dan I Ketut Adi Setiawan, Carna menambahkan bahwa pengawasan partisipatif menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam masyarakat, karena selain sebagai pendidik, mereka juga menjadi panutan di lingkungan sosialnya.

“Guru patut digugu dan ditiru. Karena itu, peran guru sangat penting, tidak hanya mendidik siswa di kelas, tapi juga ikut menanamkan nilai-nilai demokrasi dan pentingnya menjaga netralitas di tengah pesta demokrasi,” jelasnya.

Kerja sama antara Bawaslu Buleleng dan PGRI Buleleng ini juga merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Bawaslu Bali dan PGRI Bali yang telah lebih dulu ditandatangani di tingkat provinsi. Implementasi di tingkat kabupaten ini diharapkan mampu memperkuat sinergi di lapangan, terutama menjelang pelaksanaan Pemilu.

Sementara itu, Ketua PGRI Buleleng I Putu Eka Wilantara menyampaikan apresiasinya atas langkah proaktif Bawaslu dalam menggandeng para guru. Ia menilai kerja sama ini merupakan langkah positif yang sejalan dengan nilai-nilai profesionalitas ASN dan dunia pendidikan.

“Kami di PGRI memiliki banyak program seperti podcast dan webinar. Kami sangat terbuka untuk melibatkan Bawaslu sebagai narasumber agar bisa memberikan edukasi tentang netralitas ASN dan nilai-nilai demokrasi kepada para guru,” ujar Wilantara.

Dengan adanya kerja sama ini, baik Bawaslu Buleleng maupun PGRI Buleleng berharap lahirnya sinergi berkelanjutan dalam menjaga netralitas ASN sekaligus memperluas literasi demokrasi di kalangan tenaga pendidik dan siswa.

Humas Bawaslu Buleleng