Lompat ke isi utama

Berita

Bangun Kesadaran Demokrasi di Kampus, Bawaslu Buleleng Gandeng BEM Rema Undiksha

Foto Humas Bawaslu Buleleng
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (BEM Rema Undiksha) untuk memperkuat pendidikan politik di kalangan mahasiswa. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui diskusi konsolidasi demokrasi yang berlangsung di Book Cafe Halaman Belakang, Desa Baktiseraga, pada Minggu (8/3). Kegiatan ini dihadiri Anggota Bawaslu Buleleng Gede Ganesha bersama perwakilan pengurus BEM Rema Undiksha. Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran demokrasi di lingkungan kampus sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Dalam kesempatan tersebut, Ganesha menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai ruang pembelajaran demokrasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. “Kampus bisa menjadi wadah penguatan pendidikan politik bagi anak-anak muda. Mahasiswa memiliki peran penting dalam memperbaiki proses demokrasi,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa lingkungan kampus diharapkan mampu menjadi ruang strategis dalam menanamkan nilai-nilai politik yang berintegritas. Dengan demikian, para intelektual muda tidak bersikap apatis terhadap dinamika politik yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, penguatan pendidikan politik di kampus menjadi penting agar mahasiswa memiliki kesadaran kritis sekaligus tanggung jawab moral dalam menjaga proses demokrasi yang sehat. Sementara itu, Presiden BEM Rema Undiksha, I Wayan Reka Ningcaya Bawa, yang hadir didampingi dua anggotanya, menyampaikan bahwa pendidikan politik perlu lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa di kampus. Ia berharap organisasi kemahasiswaan, khususnya BEM, dapat berperan aktif dalam meningkatkan pemahaman politik melalui diskusi yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, ruang-ruang dialog mengenai demokrasi perlu terus dibangun agar mahasiswa semakin memahami pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi. “Kami sepakat bahwa politik merupakan hal yang penting. Karena itu, diskusi mengenai demokrasi harus terus dibangun agar mahasiswa tidak apatis. Mahasiswa juga harus turut berperan dalam menjaga demokrasi yang bersih dan berintegritas,” ungkapnya. Melalui diskusi tersebut, diharapkan terjalin sinergi antara penyelenggara pemilu dan kalangan mahasiswa dalam memperkuat pendidikan politik di lingkungan kampus. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang lebih sadar demokrasi, aktif berpartisipasi, serta ikut menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Humas Bawaslu Buleleng