Bawaslu Ajak Pemilih Pemula Turut Kawal Demokrasi Untuk Membawa Perubahan
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Dalam upaya meningkatkan partisipasi aktif generasi muda dalam proses demokrasi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Buleleng berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng dalam rangka memberikan pendidikan seputar kepemiluan.
Melalui Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang digelar di SMAN 1 Bali Mandara pada Kamis (17/7), Anggota Bawaslu Buleleng Gede Ganesha menekankan pentingnya keterlibatan pemilih pemula dalam mengawal jalannya demokrasi, bukan hanya sebagai pemilih, namun juga sebagai pengawas partisipatif.
“Pemilih pemula yang masuk dalam generasi muda adalah agen perubahan. Jangan hanya datang ke TPS untuk mencoblos, namun ikut awasi prosesnya,” tegas Ganesha yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengawasan terhadap pemilu tidak bisa hanya dibebankan kepada penyelenggara semata. Peran aktif masyarakat, terutama generasi muda, sangat penting untuk memastikan proses pemilu berlangsung jujur, adil, dan bebas dari praktik curang.
“Pemilu adalah fondasi demokrasi. Jika prosesnya tidak diawasi dengan baik, maka hasilnya bisa merugikan masyarakat secara luas. Keterlibatan aktif dari pemilih muda menjadi kunci agar pemilu berjalan dengan bersih dan berintegritas,” tambahnya.
Ganesha juga menekankan bahwa jika pemilu tidak diawasi secara serius, maka potensi terjadinya kecurangan bisa meningkat. Hal ini bisa berdampak pada terpilihnya calon-calon yang tidak memiliki komitmen terhadap kepentingan rakyat. Akibatnya, kebijakan yang dihasilkan pun bisa jauh dari aspirasi masyarakat dan berpotensi merusak tatanan demokrasi itu sendiri.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Buleleng berharap literasi kepemiluan di kalangan pelajar semakin meningkat, serta mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjadi bagian dari pengawal demokrasi, sejak dini.
Humas Bawaslu Buleleng