Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bali Ajak Pemuda dan Penggiat Lingkungan Kawal Demokrasi dan Jaga Bumi Lewat Pemilu Ramah Lingkungan

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Sosialisasi Pendidikan Politik di Ruang Unit IV, Kantor Bupati Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng - Bawaslu Bali terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengawasan partisipatif, sekaligus mendorong penyelenggaraan Pemilu yang lebih ramah lingkungan. Komitmen ini ditegaskan dalam Sosialisasi Pendidikan Politik bertema "Ekologis dan Progresif: Muda, Peduli Lingkungan, dan Melek Politik Bersama Semangat Bung Karno", yang digelar Badan Kesbangpol Buleleng pada Rabu (4/6) di Ruang Unit IV, Kantor Bupati Buleleng.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen muda, mulai dari organisasi kepemudaan, penggiat lingkungan, hingga mahasiswa/mahasiswi di wilayah Buleleng.

 

Anggota Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, menegaskan bahwa meskipun Pemilu dan Pilkada telah usai, peran serta masyarakat, terutama generasi muda dan komunitas lingkungan, tetap penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

 

"Kami terus mendorong pengawasan partisipatif. Bahkan saat pemilu usai, edukasi seperti ini tetap kami lakukan. Hari ini kami libatkan anak-anak muda dan penggiat lingkungan untuk ikut mengawal demokrasi sekaligus peduli terhadap isu lingkungan," ujar Ariyani.

 

Lebih lanjut, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas ini menyinggung pentingnya pelaksanaan Pemilu yang tidak hanya demokratis, tapi juga tidak merusak lingkungan. Banyaknya alat peraga kampanye seperti baliho dan penggunaan bahan dasar plastik dinilai menjadi salah satu penyumbang sampah dan polusi.

 

"Kita perlu pikirkan bagaimana Pemilu ke depan bisa lebih ramah lingkungan. Misalnya, dengan mengurangi penggunaan baliho dan plastik yang bisa merusak lingkungan. Ini adalah bagian dari pengawasan juga," tambahnya.

 

Srikandi Bawaslu Bali asal Buleleng ini juga menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar wacana, tetapi harus dibarengi dengan aksi nyata. Hal senada juga ditekankan Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha. Ia berpandangan melalui forum ini juga menjadi ruang untuk merancang program tindak lanjut yang konkret, bukan hanya melek politik, tetapi turut menjaga lingkungan.

 

"Lewat forum ini, kita ingin langkah konkret ke depan, tidak hanya melek politik tapi juga aktif menjaga lingkungan. Nanti kita evaluasi dampaknya terhadap demokrasi," kata Ganesha.

 

Dengan semangat kolaboratif dan progresif, Bawaslu Bali berharap pengawasan partisipatif bisa berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan, menciptakan pemilu yang sehat, baik secara demokratis maupun ekologis.

 

Kegiatan yang berlangsung selama 3 jam ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesbangpol Buleleng Komang Kappa Tri Aryandono. Turut hadir Narasumber dari Akademisi I Putu Gede Parma.

Humas Bawaslu Buleleng