Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Buleleng Dorong Kolaborasi dengan IMM dalam Penguatan Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng - Komitmen Bawaslu Buleleng dalam memperkuat pengawasan partisipatif kembali diwujudkan melalui ruang dialog bersama organisasi kepemudaan. Pada rabu (5/11), Bawaslu Buleleng menerima audensi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Buleleng di Kantor Bawaslu Buleleng.

 

Kedatangan rombongan IMM Buleleng disambut langsung oleh Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha dan Ketut Adi Setiawan. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu strategis seputar demokrasi, peran pemuda, serta peluang kolaborasi dalam memperkuat pengawasan pemilu yang partisipatif dan berintegritas.

 

Pimpinan Cabang IMM Buleleng menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk silaturahmi serta undangan resmi kepada Bawaslu Buleleng untuk menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi bertema Kepemudaan dan Demokrasi. Melalui kegiatan tersebut, IMM Buleleng ingin membuka ruang dialog bagi generasi muda untuk memahami pentingnya peran mereka dalam menjaga demokrasi, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemilu yang bersih, jujur, dan adil.

 

Menanggapi hal itu, Anggota Bawaslu Buleleng Gede Ganesha menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif dari IMM Buleleng. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan organisasi kepemudaan seperti IMM sangat penting dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat di tingkat lokal. Menurutnya, pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab lembaga penyelenggara atau pengawas, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, terutama kaum muda yang menjadi motor perubahan.

 

“IMM memiliki basis pemuda yang kuat dan kritis. Ini potensi luar biasa untuk bersama-sama memperkuat pengawasan partisipatif. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, tetapi bisa berlanjut dalam bentuk program nyata, termasuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Buleleng dan IMM Buleleng,” ujar Ganesha.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda agar mereka tidak hanya menjadi pemilih aktif, tetapi juga pengawas yang cerdas dan berintegritas. “Kita ingin pemuda Buleleng menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi, bukan hanya saat pemilu berlangsung, tapi juga dalam kehidupan berdemokrasi sehari-hari,” tambahnya.

 

Dengan adanya audensi ini, Bawaslu Buleleng berharap hubungan baik antara lembaga pengawas pemilu dan organisasi kepemudaan dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan gerakan pemuda sadar demokrasi yang tidak hanya kritis, tetapi juga aktif mengawal proses pemilu yang bersih dan bermartabat di Kabupaten Buleleng.

Humas Bawaslu Buleleng