Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Buleleng Gandeng GMKI Singaraja Dorong Kesadaran Politik Generasi Muda

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Komitmen Bawaslu Buleleng dalam membangun kesadaran politik generasi muda terus diwujudkan melalui berbagai kolaborasi strategis. Salah satunya ditandai dengan kegiatan diskusi bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Singaraja yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Buleleng, pada Selasa (17/6).

Dalam diskusi tersebut, Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, menegaskan pentingnya pendidikan politik sejak dini sebagai fondasi membangun generasi muda yang sadar akan hak dan tanggung jawabnya dalam demokrasi. Menurutnya, pemuda bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas, penggerak, dan penjaga marwah demokrasi.

“Pendidikan politik bukan hanya untuk menjadikan generasi muda cerdas dalam memilih, tetapi juga sadar akan perannya dalam mengawal demokrasi secara menyeluruh,” ujar Ganesha.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan partisipatif menjadi kunci untuk mencegah praktik-praktik curang dalam pemilu.

"Keterbukaan Bawaslu terhadap kerja sama lintas organisasi pemuda menjadi strategi penting dalam menjangkau lebih banyak segmen masyarakat" ungkap Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas ini.

Ketua GMKI Cabang Singaraja, Des Alpin, menyambut baik ajakan kolaboratif dari Bawaslu. Ia menegaskan bahwa GMKI siap menjadi mitra aktif dalam menyebarkan nilai-nilai demokrasi dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam proses politik.

“Pemuda harus turun tangan, tidak hanya saat hari pencoblosan, tetapi juga sejak awal proses hingga setelah pemimpin terpilih dilantik,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Bawaslu Buleleng dan GMKI telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada awal tahun 2024 lalu sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan pengawasan partisipatif. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup diskusi, tetapi juga pelatihan, edukasi politik, dan penyebaran informasi kepemiluan di kalangan mahasiswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bawaslu dalam memperluas jangkauan edukasi politik, terutama kepada kelompok strategis seperti mahasiswa. Melalui pendekatan partisipatif, Bawaslu berharap lahir kader-kader muda yang memiliki integritas dan keberanian dalam menjaga demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.

Bawaslu Buleleng menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus digalakkan, tidak hanya bersama GMKI, tetapi juga dengan organisasi kepemudaan lainnya. Harapannya, ekosistem politik yang sehat dapat dibangun dari bawah, dimulai dari kesadaran kolektif generasi muda sebagai pilar utama demokrasi.

Humas Bawaslu Buleleng