Bawaslu Buleleng Gandeng Penyuluh Bahasa Bali dalam Peningkatan Pengawasan Partisipatif
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kali ini, langkah strategis dilakukan dengan menggandeng penyuluh Bahasa Bali di Kabupaten Buleleng.
Audiensi yang digelar di Kantor Penyuluh Bahasa Bali, pada Rabu (20/8) ini bertujuan untuk membangun sinergi dengan para penyuluh, sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam menyampaikan pesan-pesan kepemiluan kepada masyarakat. Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, menyampaikan bahwa keterlibatan penyuluh Bahasa Bali sangat penting, mengingat peran mereka tidak hanya sebatas menjaga kelestarian bahasa dan budaya lokal, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat di akar rumput.
“Bahasa Bali adalah bahasa ibu yang sehari-hari digunakan oleh masyarakat, terutama di pedesaan. Kami percaya pesan-pesan tentang pentingnya mengawasi jalannya Pemilu akan lebih mudah diterima jika disampaikan dengan bahasa daerah yang akrab dan membumi,” ujar Ganesha.
Melalui sinergi ini, Bawaslu berharap para penyuluh dapat menjadi jembatan dalam menyampaikan nilai-nilai demokrasi, netralitas, serta pencegahan pelanggaran Pemilu. Dengan pendekatan bahasa lokal, pesan yang disampaikan bukan hanya lebih dekat, tetapi juga mampu menyentuh hati masyarakat, sehingga menumbuhkan kesadaran bersama untuk ikut aktif dalam mengawal jalannya Pemilu yang jujur dan adil.
Bawaslu Buleleng juga merencanakan tindak lanjut berupa penyusunan nota kesepahaman (MoU) dengan penyuluh Bahasa Bali. MoU tersebut diharapkan menjadi payung hukum sekaligus landasan kerja sama yang berkesinambungan dalam berbagai program sosialisasi penagwasan partisipatif. Nantinya, penyuluh dapat berperan langsung dalam kegiatan pendidikan politik masyarakat, baik melalui forum resmi, kegiatan adat, maupun ruang-ruang budaya yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat Bali.
Dengan terjalinnya kolaborasi ini, Bawaslu Buleleng optimis partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dapat meningkat secara signifikan. Lebih dari sekadar menjaga integritas Pemilu, langkah ini juga menjadi upaya nyata dalam menguatkan identitas budaya lokal sebagai medium untuk memperkokoh demokrasi.
Humas Bawaslu Buleleng