Bawaslu Buleleng Perkuat Demokrasi Melalui Program P2P
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Bawaslu Buleleng terus mematangkan pelaksanaan Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) melalui rapat internal yang digelar di Kantor Bawaslu Buleleng. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.
Dalam rapat tersebut, Bawaslu Buleleng menetapkan bahwa P2P akan diikuti oleh 20 peserta. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pengawasan partisipatif sekaligus meningkatkan kapasitas dalam mengawal setiap tahapan pemilu dan pemilihan.
Jajaran pimpinan Bawaslu Buleleng akan hadir sebagai narasumber utama. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, staf diminta segera berkoordinasi dengan pimpinan terkait penyusunan materi agar substansi yang disampaikan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para peserta.
Selain materi, kesiapan lokasi pelaksanaan juga menjadi perhatian utama. Kantor Bawaslu Buleleng diprioritaskan sebagai tempat kegiatan, dengan opsi lokasi alternatif apabila diperlukan. Di sisi lain, Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) ditugaskan untuk menyiapkan seluruh kebutuhan administrasi maupun teknis.
Program Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan wujud komitmen Bawaslu Buleleng dalam mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pengawas partisipatif yang kritis, berintegritas, dan mampu menjadi mitra strategis dalam menjaga kualitas demokrasi.
Humas Bawaslu Buleleng