Bawaslu Buleleng Tegaskan Komitmen Pengawasan, Sosialisasi dan Kerjasama di Masa Non Tahapan
|
Badung, Bawaslu Buleleng – Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, memaparkan sejumlah program strategis sepanjang tahun 2025. Pemaparan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi program dan kegiatan divisi pencegahan, partisipasi masyarakat (parmas), dan humas yang digelar Bawaslu Bali di Kantor Bawaslu Badung, Senin (1/9).
Dalam laporannya, Ganesha menekankan di masa non tahapan ini pentingnya pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagai prioritas utama. Ia menyebut pengawasan dilakukan dengan metode uji petik yang menyasar langsung ke masyarakat, termasuk pemilih disabilitas dan lansia. “Uji petik ini akan terus dimaksimalkan di bulan September, sebelum PDPB Triwulan III resmi ditetapkan,” jelasnya.
Selain itu, sosialisasi pengawasan partisipatif juga menjadi fokus kegiatan. Bawaslu Buleleng, lanjutnya, aktif turun ke berbagai ruang masyarakat, mulai dari komunitas, siswa pemilih pemula pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), hingga para pengrajin bambu. “Kami ingin memastikan bahwa pesan pengawasan partisipatif tidak hanya berhenti di ruang formal, tetapi juga menjangkau akar rumput,” ujar Ganesha.
Dalam aspek kerja sama, Bawaslu Buleleng telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Kominfosanti Buleleng. Tidak berhenti di sana, rencana kolaborasi juga akan diperluas dengan berbagai pihak, antara lain PGRI Buleleng, DPC Prajaniti Buleleng, PMII Buleleng, serta SMA Bali Mandara.
Rakor ini dihadiri oleh pimpinan dan staf Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali yang membidangi pencegahan, parmas, dan humas. Forum ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus evaluasi bersama atas program kerja di tingkat kabupaten/kota, agar strategi pencegahan dan pendidikan pengawasan partisipatif di seluruh Bali berjalan lebih efektif, terukur, dan menyentuh langsung ke masyarakat.
Humas Bawaslu Buleleng