Bawaslu Buleleng Tekankan Pentingnya Berdemokrasi Sejak Dini kepada Pemilih Pemula di SMA Negeri 1 Seririt
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Bawaslu Buleleng kembali hadir memberikan pendidikan demokrasi kepada generasi muda, kali ini melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Seririt pada Rabu (27/7). Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, mengajak para siswa untuk memahami dan menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini.
Menurut Ganesha, proses demokrasi sebenarnya sudah bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Ia mencontohkan, pemilihan ketua kelas merupakan bagian kecil dari demokrasi yang harus dilakukan secara jujur, adil, dan terbuka.
“Sebagai contoh kecil, dalam pemilihan ketua kelas saja sudah ada proses demokrasi, ada calon, ada tahapan, dan ada pemilih. Kalau itu dilakukan dengan benar, kita sudah belajar berdemokrasi,” jelasnya di hadapan para peserta MPLS.
Ganesha juga menegaskan pentingnya peran pemilih pemula dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama dalam memastikan jalannya Pemilu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia mendorong para siswa agar kelak tidak hanya menyalurkan hak suara, tetapi juga memahami prosesnya dan berani mengawasi jika terjadi pelanggaran.
“Jangan apatis. Kalian harus tahu prosesnya, tahu hak kalian, dan jangan sampai terjebak dalam hoaks atau praktik-praktik curang,” ujarnya menekankan.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Buleleng berharap para siswa mulai menyadari bahwa menjadi bagian dari demokrasi berarti juga ikut bertanggung jawab terhadap integritas prosesnya. Ganesha juga mengingatkan bahwa informasi palsu (hoaks) bisa menjadi ancaman serius bagi Pemilu yang bersih dan adil, sehingga literasi digital dan sikap kritis harus ditanamkan sejak dini.
Bawaslu Buleleng akan terus berupaya menyemai nilai-nilai pengawasan partisipatif di kalangan pemilih pemula, sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan demokrasi yang sehat, cerdas, dan berintegritas.
Humas Bawaslu Buleleng