Lompat ke isi utama

Berita

Cetak Kader Demokrasi, Bawaslu Buleleng Siapkan Program P2P

Foto Humas

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, membahas sejumlah program strategis pada Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, salah satunya Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), dalam rapat internal yang digelar pada Rabu (22/4).

 

Dalam rapat tersebut, Ganesha menegaskan bahwa Program P2P merupakan salah satu upaya Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pengawasan partisipatif.

 

"Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi sarana penting untuk melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang memiliki pemahaman kuat tentang demokrasi dan kepemiluan," ujar Ganesha.

 

Ia menjelaskan, proses penjaringan peserta Program P2P dibuka hingga 27 April 2026. Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka guna memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang berminat untuk berpartisipasi.

 

Ganesha juga menambahkan bahwa pelaksanaan Program P2P nantinya akan dilaksanakan secara luring. Hal ini bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, efektif, serta memperkuat jejaring antar peserta.

 

Menurutnya, melalui Program P2P, Bawaslu Buleleng ingin mendorong lahirnya masyarakat yang tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga aktif dalam mengawal jalannya setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan.

 

Melalui program ini, Bawaslu Buleleng berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam pengawasan, sehingga budaya demokrasi yang sehat dapat terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Buleleng.

Humas Bawaslu Buleleng