Di Tengah Persiapan Nyepi, Bawaslu Buleleng Ajak Warga Gitgit Perkuat Pengawasan Pemilu
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Penguatan demokrasi tidak harus selalu dilakukan di ruang-ruang formal. Pendekatan langsung di tengah masyarakat justru menjadi cara efektif membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kualitas demokrasi. Hal tersebut dilakukan Anggota Bawaslu Buleleng, I Ketut Adi Setiawan, saat melaksanakan konsolidasi demokrasi di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Minggu (15/3).
Kegiatan berlangsung di Balai Serbaguna Desa Adat Pumahan, ketika warga setempat sedang menyiapkan berbagai sarana dan prasarana upakara menjelang Hari Raya Nyepi. Di tengah kesibukan itu, Adi memanfaatkan momen kebersamaan warga untuk menyampaikan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga demokrasi.
Adi mengatakan bahwa meskipun tahapan Pemilu telah berakhir, Bawaslu tetap menjalankan fungsi pengawasan dalam berbagai agenda pasca Pemilu. “Di masa post election seperti saat ini, Bawaslu tetap menjalankan tugas pengawasan, salah satunya melalui pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan serta pemutakhiran data partai politik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Pemilu yang demokratis tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, partisipasi publik dalam pengawasan menjadi salah satu kunci untuk memastikan proses demokrasi berjalan jujur dan transparan.
Karena itu, Bawaslu Buleleng terus mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengawasan Pemilu melalui pengawasan partisipatif. “Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga proses demokrasi tetap berjalan dengan baik,” kata Adi.
Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi yang dilakukan langsung di tengah aktivitas masyarakat, Bawaslu Buleleng berharap kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan Pemilu dapat terus tumbuh, sehingga demokrasi yang berkualitas dapat terjaga bersama.
Humas Bawaslu Buleleng