Ganesha: Anak Muda Jangan Apatis, Demokrasi Butuh Aksi Nyata
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Keterlibatan generasi muda dalam proses demokrasi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Menyadari hal tersebut, Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, mengajak Aliansi BEM Bali Utara untuk mengambil peran aktif dalam mengawal jalannya demokrasi melalui pengawasan partisipatif.
Ajakan tersebut disampaikannya saat kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Aliansi BEM Bali Utara yang berlangsung di Banyan, Singaraja, pada Senin (27/4). Menurut Ganesha, generasi muda memiliki posisi strategis karena jumlah pemilih dalam setiap pemilu didominasi oleh kalangan muda.
"Generasi muda tidak boleh apatis terhadap proses demokrasi. Satu suara dapat menentukan arah masa depan bangsa," tegasnya.
Ia menekankan, partisipasi anak muda tidak hanya terbatas pada penggunaan hak pilih saat pemungutan suara, tetapi juga harus diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam mengawasi seluruh tahapan pemilu. Dengan semangat yang dimiliki, mahasiswa dinilai mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi.
Selain itu, Ganesha mengingatkan bahwa tantangan demokrasi saat ini semakin kompleks, mulai dari penyebaran informasi palsu, praktik politik uang, hingga berbagai potensi pelanggaran lainnya. Karena itu, kehadiran generasi muda sebagai pengawas partisipatif sangat dibutuhkan.
Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Buleleng berharap sinergi dengan kalangan mahasiswa terus terjalin. Keterlibatan aktif generasi muda diyakini mampu memperkuat pengawasan partisipatif, meningkatkan kesadaran politik masyarakat, serta memastikan proses demokrasi berjalan sesuai prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Pada akhirnya, kualitas demokrasi di masa mendatang sangat ditentukan oleh sejauh mana generasi muda bersedia mengambil peran hari ini.
Humas Bawaslu Buleleng