Ganesha: Kesadaran Berdemokrasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan Daerah
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Peran pemuda dalam menjaga kualitas demokrasi kembali menjadi sorotan dalam diskusi terbuka yang digelar DPK Peradah Indonesia Buleleng di Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Sabtu (28/2). Kegiatan yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPK Peradah Buleleng Periode 2026–2028 tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, sebagai narasumber.
Diskusi yang diikuti puluhan pemuda dari perwakilan SMA/SMK dan organisasi kemahasiswaan itu mengangkat persoalan kepemudaan dan tantangan demokrasi di era saat ini. Dalam pemaparannya, Ganesha menegaskan bahwa kesadaran berdemokrasi di kalangan generasi muda merupakan prasyarat utama untuk memastikan arah pembangunan daerah tetap berada pada jalur yang benar. “Keberlanjutan itu tidak bisa dilepaskan dari proses demokrasi yang sehat. Kalau prosesnya baik, hasilnya juga akan baik,” ujar Ganesha di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, pemuda tidak boleh hanya menjadi objek dalam setiap momentum politik, melainkan harus tampil sebagai subjek yang aktif dan kritis. Menurutnya, bonus demografi yang dimiliki Indonesia, termasuk di Kabupaten Buleleng, akan sia-sia apabila generasi mudanya bersikap apatis terhadap proses demokrasi.
Secara tidak langsung, Ganesha menyoroti masih rendahnya partisipasi politik di kalangan pemuda. Ia menilai sebagian anak muda masih memandang demokrasi sebatas rutinitas lima tahunan, tanpa memahami substansi dan dampaknya terhadap kebijakan publik.
“Demokrasi bukan hanya soal datang ke TPS lalu selesai. Demokrasi itu tentang bagaimana kita mengawal prosesnya, memastikan tidak ada kecurangan, dan berani bersuara ketika ada pelanggaran,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dalam setiap tahapan demokrasi. Menurutnya, ketika pemuda memiliki kesadaran untuk menolak praktik-praktik yang mencederai nilai demokrasi, maka ruang bagi politik yang tidak sehat akan semakin sempit.
Dalam forum tersebut, Ganesha mendorong agar organisasi kepemudaan seperti Peradah Indonesia turut menjadi motor penggerak literasi demokrasi. Ia menyampaikan bahwa ruang diskusi seperti ini harus terus diperbanyak agar pemuda terbiasa berdialog, berpikir kritis, dan memahami hak serta kewajibannya sebagai warga negara.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang menunjukkan antusiasme peserta. Sejumlah pemuda menyampaikan pandangan mengenai pentingnya pendidikan politik sejak dini serta peran pengawasan partisipatif dalam menjaga integritas pemilu.
Humas Bawaslu Buleleng