Lompat ke isi utama

Berita

Gede Ganesha Ajak Pemilih Pemula di SMAN Bali Mandara Melek Demokrasi

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, mengajak para pemilih pemula untuk lebih melek demokrasi dan memahami pentingnya peran mereka dalam proses Pemilu maupun Pilkada mendatang. Ajakan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi partisipatif di SMAN Bali Mandara pada Jumat (19/9), yang menyasar generasi muda sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengawasan Pemilu.

 

Dalam paparannya, Ganesha menegaskan bahwa pemilih pemula adalah bagian dari generasi penerus bangsa yang memegang tanggung jawab besar dalam menjaga demokrasi. Menurutnya, demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin, melainkan juga menjamin hak dan kebebasan warga negara, serta menjadi benteng agar kekuasaan tidak digunakan secara sewenang-wenang.

 

“Pemilih pemula adalah agen perubahan. Mereka harus paham bahwa suara yang diberikan sangat menentukan arah bangsa ke depan. Karena itu, melek demokrasi menjadi kunci agar tidak mudah terpengaruh hoaks, politik uang, ataupun intimidasi,” tegasnya.

 

Ia menjelaskan, peran pemuda dalam menjaga demokrasi dapat diwujudkan dengan cara melawan praktik kecurangan, memilih secara cerdas dan kritis, serta terlibat dalam gerakan sosial yang mendorong transparansi dan keadilan.

 

Selain itu, Ganesha menekankan pentingnya pengawasan partisipatif. Menurutnya, masyarakat, termasuk pemilih pemula, tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut mengawasi jalannya Pemilu. “Cegah, awasi, dan laporkan jika ada dugaan pelanggaran. Itu adalah langkah nyata kita bersama dalam menjaga kejujuran Pemilu,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa praktik berdemokrasi sebenarnya sudah bisa dilihat sejak di bangku sekolah. Contohnya, dalam pemilihan ketua kelas atau pengurus OSIS, para siswa dapat belajar tentang arti keterbukaan, keadilan, dan tanggung jawab.

 

Di akhir sosialisasi, Ganesha berharap pemilih pemula di Buleleng menjadi generasi yang kritis, berani bersuara, dan peduli terhadap masa depan demokrasi. “Dengan melek demokrasi, kita tidak hanya menjaga hak suara kita, tetapi juga ikut membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu,” tutupnya.

Humas Bawaslu Buleleng