Lompat ke isi utama

Berita

Mitigasi Kekerasan Seksual, Bawaslu Buleleng Lakukan Audiensi dengan Dinas P2KBP3A Buleleng

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Sebagai langkah nyata dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Pengawas Pemilihan Umum, Bawaslu Buleleng melakukan audiensi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Buleleng, Selasa (7/10).

Audiensi yang berlangsung di Kantor Dinas P2KBP3A Buleleng ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata beranggotakan lengkap. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menjajaki kerja sama dalam pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan pengawas Pemilu, sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Bawaslu Nomor 417/HK.01.01/K1/12/2024.

Dalam kesempatan itu, Carna menjelaskan bahwa pembentukan Pokja PPKS merupakan bagian dari komitmen Bawaslu untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual. Menurutnya, langkah ini penting agar setiap individu yang terlibat dalam pengawasan Pemilu merasa terlindungi dan memiliki akses terhadap mekanisme penanganan yang adil.

“Pokja ini nantinya tidak hanya diisi oleh internal Bawaslu, tetapi juga melibatkan unsur eksternal seperti psikolog, tenaga medis, dan pihak-pihak lain yang memiliki kompetensi di bidangnya,” ujarnya.

Pihaknya berharap kerjasama ini dapat terjalin sebagai upaya mitigasi kekerasan seksual. “Kami berharap dari Dinas P2KBP3A menugaskan personilnya yang dapat dilibatkan dalam Pokja, sehingga kita bisa bekerja sama dengan personal yang berkompeten dan memiliki komitmen yang sama untuk pencegahan kekerasan seksual,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas P2KBP3A Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka, menyambut baik langkah Bawaslu Buleleng. Ia menilai pembentukan Pokja PPKS merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap isu perlindungan perempuan dan pencegahan kekerasan seksual di dunia kerja.


“Kami siap mendukung penuh pembentukan Pokja ini. Semakin banyak unsur yang terlibat, tentu semakin baik hasilnya. Sinergi lintas lembaga seperti ini sangat penting untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan kekerasan,” ujar Riang.

Melalui audiensi ini, Bawaslu Buleleng berharap terjalin kerja sama berkelanjutan dengan Dinas P2KBP3A, tidak hanya dalam pembentukan Pokja PPKS, tetapi juga dalam program edukasi dan sosialisasi terkait perlindungan perempuan serta pencegahan kekerasan di ranah publik dan kelembagaan.

Humas Bawaslu Buleleng