Mitigasi Kerawanan Pemilihan Serentak 2024, Bawaslu se-Bali Petakan Kerawanan di Wilayahnya
|
Gianyar, Bawaslu Kabupaten Buleleng – Dalam upaya memitigasi kerawanan pada Pemilihan Serentak Tahun 2024, Bawaslu Bali bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali melakukan pemetaan kerawanan di masing-masing wilayahnya. Menurut Anggota Bawaslu Bali Ketut Ariyani langkah strategis ini diambil mengingat karakteristik di masing-masing wilayah berbeda.
“Secara umum, ada dua hal urgensi penyusunan pemetaan kerawanan di Pemilukada Tahun 2024, yaitu sebagai upaya melakukan proyeksi dan deteksi dini terhadap potensi kerawanan, dan menjadi basis data terhadap program pencegahan dan pengawasan Bawaslu se-Bali” ungkap Ariyani dalam Rapat Pemetaan Potensi Kerawanan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Serentak Tahun 2024 yang digelar di Gianyar, pada Jumat (14/6).
Dalam arahannya, isu-isu kerawanan yang terjadi pada Pemilu maupun Pemilihan sebelumnya dapat terjadi pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 yang puncaknya jatuh pada 27 November mendatang.
"Dalam tiap proses Demokrasi, baik Pemilu maupun Pemilukada, tentu ada isu-isu rawan yang harus kita atensi, penyusunan pemetaan kerawanan ini akan jadi acuan kita dalam melakukan langkah pencegahan dan pengawasan di tiap tahapan," ujar Ariyani di hadapan Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali.
Lebih jauh Ariyani menambahkan bahwa ada sejumlah indikator dalam menentukan skor kerawanan sebuah peristiwa yang masuk dalam instrumen pemetaan potensi kerawanan di tahapan Pemilihan ini.
"Ada beberapa indikator yang kami susun bersama dengan Kabupaten/Kota dalam kerawanan Pemilukada, nanti akan dilakukan analisa dan akan launching di bulan Juli," ungkap Srikandi Bawaslu Bali asal Buleleng ini.