Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Jadi Momentum Penguatan Demokrasi Di Bulan Ramadan

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Momentum Bulan Ramadan dimanfaatkan Bawaslu untuk memperkuat kelembagaan lewat agenda Ngabuburit Pengawasan. Kick Off Ngabuburit Pengawasan yang digelar secara daring, pada Senin (23/2) itu menjadi penanda dimulainya rangkaian diskusi pengawasan yang akan diisi oleh jajaran Bawaslu di berbagai daerah, termasuk Bawaslu Buleleng.

Mengusung tema “Penguatan Spirit Bawaslu”, kegiatan ini diarahkan untuk merefleksikan peran dan tanggung jawab lembaga pengawas pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi, sekaligus membangun soliditas internal di tengah dinamika pasca tahapan Pemilu. Dalam kesempatan tersebut, jajaran Bawaslu daerah mengikuti kegiatan secara daring sebagai bentuk konsolidasi nasional.

Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, usai mengikuti kick off menyampaikan bahwa Ramadan menjadi ruang refleksi yang tepat untuk meneguhkan kembali nilai-nilai pengawasan. Ia menegaskan bahwa penguatan kelembagaan tidak hanya berbicara soal struktur dan regulasi, tetapi juga menyangkut semangat dan integritas.

“Kami memaknai Ngabuburit Pengawasan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah ruang untuk menyegarkan kembali semangat pengawasan dan memastikan bahwa demokrasi tetap menjadi napas dalam setiap kerja-kerja kami,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Bawaslu Buleleng akan memanfaatkan berbagai ruang diskusi publik untuk terus menyuarakan pentingnya pengawasan partisipatif. Menurutnya, demokrasi tidak boleh berhenti hanya pada momentum pemungutan suara, melainkan harus terus dijaga dalam setiap prosesnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar sedikitnya dua agenda Ngabuburit Pengawasan di Kabupaten Buleleng. Kegiatan tersebut rencananya dikemas dalam bentuk diskusi hangat menjelang waktu berbuka puasa dengan melibatkan elemen masyarakat.

“Kami akan mengemasnya dalam format diskusi yang ringan namun berbobot. Ngabuburit menjadi momentum yang tepat untuk berdialog santai, tapi substansinya tetap kuat, terutama dalam membahas pengawasan dan tantangan demokrasi ke depan,” jelasnya.

Secara tidak langsung, ia menekankan bahwa penguatan spirit kelembagaan harus berjalan beriringan dengan keterlibatan publik. Diskusi yang dirancang tidak hanya membahas evaluasi pengawasan sebelumnya, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.

Melalui Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Buleleng berharap semangat kolektif dalam menjaga demokrasi tetap terpelihara. Ramadan dijadikan momentum untuk mempererat soliditas internal sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat, sehingga pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga, tetapi juga gerakan bersama

Humas Bawaslu Buleleng