Lompat ke isi utama

Berita

Perempuan Ambil Peran, Bawaslu Buleleng Gandeng Pakis Desa Adat Pumahan Dalam Menjaga Demokrasi

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Peran perempuan dalam menjaga kualitas demokrasi kembali ditegaskan melalui pendekatan langsung di tengah masyarakat. Tidak hanya di ruang-ruang formal, penguatan demokrasi juga dapat dilakukan melalui keterlibatan aktif komunitas, salah satunya Paiketan Krama Istri (PAKIS) di Desa Adat Pumahan, Kecamatan Sukasada.

 

PAKIS sendiri merupakan wadah perempuan adat yang beranggotakan krama istri di desa adat. Kelompok ini memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan adat, keagamaan, hingga sosial kemasyarakatan, sekaligus menjadi ruang memperkuat kebersamaan dan partisipasi perempuan.

 

Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Buleleng, I Ketut Adi Setiawan, saat melaksanakan konsolidasi demokrasi bersama PAKIS pada Minggu (29/3). Kegiatan berlangsung di Balai Serbaguna Desa Adat Pumahan, bertepatan dengan kesiapan krama istri yang akan melaksanakan gotong royong (ngayah) menuju Pura Ulun Danu Buyan.

 

Di tengah aktivitas tersebut, Adi Setiawan menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga demokrasi karena kedekatannya dengan kehidupan sosial di tingkat keluarga dan komunitas.

 

“Perempuan, khususnya yang tergabung dalam PAKIS, memiliki peran penting karena mereka dekat dengan lingkungan keluarga dan masyarakat. Dari situ, perempuan bisa menjadi penggerak untuk membangun kesadaran dan ikut menjaga demokrasi agar tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa meskipun tahapan Pemilu telah berakhir, Bawaslu tetap menjalankan fungsi pengawasan dalam agenda pasca Pemilu. “Di masa post election seperti saat ini, Bawaslu tetap menjalankan tugas pengawasan, salah satunya melalui pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan serta pemutakhiran data Partai Politik,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa menjaga demokrasi memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga adat istiadat. Demokrasi yang berjalan dengan baik akan berdampak pada kebijakan pemerintah yang turut mendukung pelestarian nilai-nilai adat di masing-masing wilayah.

 

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Pemilu yang demokratis tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk perempuan melalui PAKIS.

 

“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat, khususnya PAKIS, sangat penting untuk menjaga proses demokrasi tetap berjalan dengan baik,” kata Adi.

 

Melalui kegiatan konsolidasi ini, Bawaslu Buleleng berharap kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan Pemilu dapat terus tumbuh, sehingga demokrasi yang berkualitas dapat terjaga secara bersama-sama.

Humas Bawaslu Buleleng