Perempuan Bergerak, Bawaslu Rangkul Serati Banten dalam Pengawasan Partisipatif
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Harum bunga bercampur wangi dupa menyelimuti Griya Mas Agra Kidul, Kelurahan Liligundi, Buleleng, pada Senin (4/5). Tangan-tangan terampil merangkai janur dan bunga dalam setiap banten, menghadirkan suasana teduh yang sarat makna. Di tengah kehangatan itu, tumbuh pula sebuah harapan: demokrasi Indonesia terus terjaga, jujur, adil, dan berintegritas melalui keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum perempuan.
Harapan tersebut mengemuka dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang diselenggarakan Bawaslu Bali bersama Bawaslu Buleleng dengan melibatkan kelompok Serati Banten. Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, partisipasi perempuan menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun kesadaran politik dan mendorong pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
"Demokrasi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan. Perempuan memiliki peran besar dalam keluarga maupun masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran dan menolak pelanggaran pemilu," ujar Ganesha.
Ia menjelaskan, ruang-ruang komunitas seperti Serati Banten menjadi wadah efektif untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengawasan pemilu. Dengan keterlibatan aktif perempuan, pengawasan dapat menjangkau hingga lingkungan terkecil.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, menekankan bahwa pemilu merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga proses demokrasi agar tetap berjalan sesuai prinsip kejujuran dan keadilan. "Pemilu adalah milik kita bersama. Kalau tidak kita jaga bersama-sama, bagaimana kita bisa menghasilkan pemimpin sesuai harapan rakyat," tegas Ariyani.
Ariyani juga mengingatkan bahaya politik uang yang dapat merusak kualitas demokrasi. Menurutnya, membiarkan praktik tersebut sama saja dengan mencederai Pemilu dan meruntuhkan harapan masyarakat.
Keterlibatan kelompok perempuan, lanjutnya, menjadi langkah strategis dalam membangun benteng pengawasan di tingkat akar rumput. Dengan jaringan sosial yang kuat, perempuan dapat menjadi agen edukasi sekaligus pelopor penolakan terhadap berbagai pelanggaran pemilu.
Antusiasme terlihat sepanjang kegiatan berlangsung dan muncul harapan agar pemilu mendatang benar-benar berlangsung lebih baik. "Mudah-mudahan pemilu ke depan jujur, murni, dan berjalan tanpa kecurangan," ujar salah seorang anggota Serati Banten.
Melalui konsolidasi ini, dari ruang sederhana, lahir tekad untuk terus merawat demokrasi, menjaga suara rakyat, dan mewujudkan pemilu yang berintegritas.
Humas Bawaslu Buleleng