Perkuat Kolaborasi dengan Radio, Bawaslu Dorong Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng - Upaya memperkuat pengawasan partisipatif terus dilakukan Bawaslu Bali dan Bawaslu Buleleng dengan menggandeng media sebagai mitra strategis. Salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah menjalin kerja sama dengan Singaraja FM untuk memperluas sosialisasi dan edukasi pengawasan kepemiluan menuju Pemilu 2029.
Anggota Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, menyampaikan bahwa kerja sama ini dirancang sebagai ruang dalam memberikan pendidikan politik dan penguatan literasi demokrasi kepada masyarakat. Menurutnya, masa non-tahapan justru menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran publik sejak dini, agar partisipasi masyarakat tidak hanya tinggi secara kuantitas, tetapi juga berkualitas.
Ia menegaskan, pengawasan pemilu tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, media memiliki peran sentral sebagai jembatan informasi antara lembaga pengawas dan publik. Melalui siaran radio, informasi mengenai hak dan kewajiban pemilih, potensi pelanggaran, serta isu-isu strategis kepemiluan dapat tersampaikan secara lebih luas dan mudah dipahami.
Gede Sila Yasa selaku Direktur Radio Singaraja FM didampingi Penanggung Jawab Gede 'Bob' Suardika, menyambut baik rencana tersebut. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi penyampaian informasi publik yang edukatif. Menurutnya, sejak awal Singaraja FM berkomitmen menjadi media yang menjembatani masyarakat dengan pemegang kebijakan, termasuk dalam hal demokrasi dan kepemiluan.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Buleleng Gede Ganesha menilai kolaborasi ini penting untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif. Ia menyebut, di tengah derasnya arus informasi dan tantangan penyebaran hoaks, kehadiran media yang kredibel menjadi instrumen strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Kerja sama ini nantinya akan dituangkan dalam bentuk Memorandum Of Understanding (MoU). Kolaborasi tersebut diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat, yakni meningkatnya pemahaman tentang demokrasi, tumbuhnya keberanian untuk terlibat dalam pengawasan, serta terciptanya ruang komunikasi yang sehat antara masyarakat dan penyelenggara pemilu.
Humas Bawaslu Buleleng