Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Partisipasi Publik, Bawaslu Buleleng Diskusi Demokrasi Bersama BEM IMK

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Rintik hujan yang turun sejak siang tak menyurutkan semangat diskusi di bawah Teras Banyan, Singaraja, Senin (23/2). Dalam suasana santai namun penuh makna, Bawaslu Buleleng duduk bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri Negeri Mpu Kuturan (BEM IMK) untuk ngobrol seputar demokrasi dan peran anak muda dalam pengawasan partisipatif.

Kegiatan yang dikemas dalam konsep dialog terbuka ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Buleleng memperkuat konsolidasi demokrasi pasca tahapan pemilu. Tak sekadar forum diskusi, pertemuan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang membangun kesadaran kritis generasi muda agar tidak apatis terhadap proses demokrasi.

Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, menegaskan bahwa demokrasi bukanlah milik segelintir orang ataupun kelompok tertentu. Menurutnya, demokrasi bersifat inklusif dan memberi ruang yang sama bagi seluruh warga negara untuk terlibat aktif.

“Demokrasi itu bukan milik elit saja. Ini milik kita semua. Anak muda punya peran strategis sebagai agen perubahan. Jangan sampai apatis, karena satu suara itu sangat berharga,” tegas Ganesha.

Ia juga menyampaikan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tugas penyelenggara, tetapi dapat dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat. Dalam konteks itulah, Bawaslu Buleleng terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya ini dinilai penting untuk memperluas jejaring pengawasan serta membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas.

Secara tak langsung, Gede Ganesha menekankan bahwa kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat. Semakin tinggi keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, maka semakin kuat pula fondasi demokrasi di daerah.

Dialog berlangsung interaktif. Mahasiswa menyampaikan pandangan kritisnya terkait tantangan demokrasi. Diskusi pun berkembang menjadi ruang tukar gagasan tentang bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran, baik melalui edukasi politik di lingkungan kampus maupun dengan menjadi mitra pengawas partisipatif.

BEM IMK mengapresiasi inisiatif Bawaslu Buleleng yang hadir langsung menyapa mahasiswa. Mereka menilai pendekatan dialogis seperti ini membuat isu demokrasi terasa lebih dekat dan relevan dengan kehidupan anak muda.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Bawaslu Buleleng dalam menggerakkan masyarakat melalui konsolidasi demokrasi. Tidak hanya fokus pada pengawasan teknis tahapan pemilu, Bawaslu juga memperkuat edukasi politik berkelanjutan sebagai fondasi jangka panjang. Dengan turun langsung ke ruang-ruang diskusi publik, Bawaslu Buleleng berupaya memastikan bahwa semangat demokrasi tetap hidup, tumbuh, dan dijaga bersama.

Humas Bawaslu Buleleng