Lompat ke isi utama

Berita

Rahina Purnama, Bawaslu Buleleng Selaraskan Nilai Tri Hita Karana dalam Pelaksanaan Tugas Pengawasan

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Memaknai Rahina Purnama sebagai momentum refleksi dan penyucian diri, Bawaslu Buleleng menggelar sembahyang bersama di lingkungan kantor Bawaslu Buleleng, Senin (2/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai keharmonisan dalam pelaksanaan tugas pengawasan demokrasi.

Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, menyampaikan bahwa Rahina Purnama merupakan momen yang tepat untuk kembali menyelaraskan nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah kelembagaan.

“Rahina Purnama mengingatkan kita pentingnya menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Nilai ini relevan dengan semangat pengawasan Pemilu yang menjunjung kejujuran, tanggung jawab, dan integritas,” ujar Carna.

Ia menjelaskan, keharmonisan dengan Tuhan diwujudkan melalui sembahyang, sementara keharmonisan antar sesama tercermin dari kerja kolektif dan kebersamaan jajaran Bawaslu dalam menjalankan tugas. Adapun kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan dengan pengelolaan sisa sarana persembahyangan yang dimasukkan ke dalam lubang biopori.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah. Demokrasi yang berjalan dengan baik membutuhkan aparatur pengawas yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga memiliki kesadaran etis dan tanggung jawab sosial.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Buleleng berharap nilai Tri Hita Karana dapat terus diinternalisasi sebagai bagian dari budaya kerja, sehingga pengawasan Pemilu dan Pemilihan dapat berjalan secara profesional dan berintegritas, serta mendapat dukungan kepercayaan dari masyarakat.

Humas Bawaslu Buleleng