Lompat ke isi utama

Berita

Sinergi dengan Partai Politik, Bawaslu Buleleng Dorong Demokrasi Bersih dan Berintegritas

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng - Bawaslu Buleleng terus mendorong keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga integritas Pemilu maupun Pemilihan, termasuk Partai Politik. Dalam agenda Edukasi Politik yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Buleleng pada Minggu (7/12), Ketua Bawaslu Buleleng I Kadek Carna Wirata mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi tanpa terkecuali.

 

Acara yang digelar di Lovina Heaven Boutique Resort, berfokus pada peningkatan pemahaman politik bagi generasi muda dan pemilih pemula. Kehadiran Bawaslu dalam kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara pengawas pemilu dan peserta pemilu dalam rangka upaya pencegahan kecurangan.

 

Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, yang hadir dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan arahan, menegaskan bahwa kualitas demokrasi sangat bergantung pada kesadaran dan sikap rasionalitas pemilih. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa proses memilih bukan sekadar menunaikan hak, tetapi juga penentu arah masa depan daerah dan bangsa.

 

“Kami mengimbau kepada seluruh peserta, khususnya para pemilih pemula, untuk mengambil keputusan politik berdasarkan rekam jejak, visi, dan program calon, bukan karena imbalan sesaat. Praktik politik uang adalah ancaman serius terhadap nilai esensi pemilu dan harus ditolak secara tegas,” jelas Carna Wirata.

 

Selain itu, beliau menambahkan bahwa fungsi pengawasan Bawaslu mencakup aspek pencegahan. Edukasi politik yang sehat, menurutnya, menjadi instrumen penting untuk meminimalisir potensi pelanggaran yang mungkin terjadi selama tahapan penyelenggaraan. Ia juga mengingatkan bahwa praktik politik uang dapat melemahkan kualitas hasil pemilu dan merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

 

Dalam forum tersebut, para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait mekanisme pengawasan, peran publik dalam mengawasi jalannya pemilu, hingga prosedur pelaporan pelanggaran. Bawaslu berharap pemilih pemula tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga berani menolak dan melaporkan setiap bentuk pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

 

Di akhir, Carna menegaskan bahwa sinergi antara pengawas dan peserta pemilu sangat dibutuhkan. Dengan kolaborasi yang baik, ia meyakini potensi pelanggaran dapat ditekan sehingga pemilu berlangsung lebih adil, jujur, dan berintegritas. Kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga menjadi momentum membangun kesadaran politik yang kritis dan bertanggung jawab bagi generasi muda di Buleleng.

Humas Bawaslu Buleleng