Lompat ke isi utama

Berita

Sinergi Lintas Lembaga Sebagai Bentuk Penguatan Demokrasi

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Ketua Bawaslu Buleleng I Kadek Carna Wirata menilai pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menjaga demokrasi dan memperkuat kelembagaan pengawas pemilu. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Fasilitasi Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu yang digelar di Villandra Hotel Lovina, Buleleng, pada Sabtu (23/8).

 

“Buleleng selalu dijadikan barometer politik di Bali dari Pemilu ke Pemilu. Namun saat Pilkada lalu, Buleleng justru termasuk daerah yang minim pelanggaran, bahkan Bali menjadi satu-satunya provinsi tanpa sengketa hasil pemilu. Semua ini adalah buah kerja keras kita bersama,” tegasnya.

 

Kegiatan ini mempertemukan Bawaslu Buleleng dengan mitra strategis, di antaranya, Badan Kesbangpol, Kejaksaan, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kominfosanti, unsur pers, BEM, hingga organisasi kepemudaan (OKP).

 

Ia menambahkan, keberhasilan itu tidak lahir begitu saja, melainkan dari kolaborasi erat Bawaslu Buleleng dengan seluruh pemangku kepentingan. “Setelah pemilu dan pemilihan usai, bukan berarti kami tidak melakukan apa-apa. Di masa non tahapan ini, Bawaslu justru memperkuat demokrasi sekaligus kelembagaan pengawas pemilu dengan menggandeng berbagai mitra strategis, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memperluas pengawasan partisipatif. Publik perlu tahu, Bawaslu tetap hadir meski tidak ada tahapan pemilu,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Anggota Bawaslu Bali, Gede Sutrawan. Menurutnya, penguatan kelembagaan merupakan bagian penting dari akuntabilitas publik. “Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Bawaslu tetap bekerja di luar tahapan. Tidak hanya mengawasi pemilu, tetapi juga menguatkan demokrasi dan memberikan pendidikan politik. Bawaslu hadir sepanjang waktu, bukan hanya saat hari pemungutan suara,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan jajaran Bawaslu agar senantiasa menjaga integritas dan kode etik. “Dukungan mitra strategis adalah kunci. Berkat sinergi ini, pemilu di Bali berlangsung tanpa sengketa hasil,” kata Sutrawan sembari membuka kegiatan secara resmi.

 

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber Anggota Komisi II DPR RI Arif Wibowo, Tenaga Ahli Komisi II DPR RI La Ode Khaiul Anfal Rafsanjani dan Akademisi Prof. Dr. I Gede Suwindia.

 

Melalui forum ini, Bawaslu Buleleng menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas, memperkuat demokrasi, dan menjawab tantangan dalam menjalankan tugas dan fungsi di luar tahapan pemilu.

Humas Bawaslu Buleleng