Tak Hanya Saat Tahapan Berlangsung, Penguatan Demokrasi Terus Dikuatkan Sejak Dini
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng - Meski Tahapan Pemilu/Pemilihan belum dimulai, pemahaman terhadap Demokrasi terus dikuatkan sejak dini. Hal ini ditegaskan Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha dalam dialog interaktif "Hai Bali Kenken" di RRI Singaraja, Selasa (7/10).
Dalam dialog bertema “Melangkah Bersama Setelah Pemilu” yang dipandu oleh penyiar Heny Batalia, Ganesha menekankan bahwa kerja menjaga demokrasi tidak berhenti hanya karena tahapan Pemilu telah usai.
Menurutnya, masa jeda atau masa non-tahapan justru menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi demokrasi melalui pendidikan politik dan peningkatan partisipasi masyarakat.
“Penguatan demokrasi tidak mengenal tahapan, justru di masa non tahapan ini merupakan momentum bahwa demokrasi harus terus digelorakan. Masa non tahapan ini adalah waktu terbaik untuk melakukan penguatan dan persiapan agar Pemilu dan Pemilihan mendatang berjalan dengan lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ganesha menjelaskan bahwa Bawaslu Buleleng terus aktif mengedukasi publik lewat berbagai program pengawasan partisipatif. Kegiatan seperti sosialisasi ke sekolah-sekolah, dialog dengan kelompok pemuda, hingga kerja sama lintas komunitas dan organisasi terus dilakukan sebagai bentuk upaya menumbuhkan kesadaran politik masyarakat sejak dini.
“Ketika masyarakat memahami bahwa mereka punya peran dalam mengawasi proses demokrasi, maka kualitas Pemilu akan semakin baik. Pengawasan partisipatif inilah yang membuat demokrasi kita hidup,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, turut hadir dan memberikan pandangan senada. Ia menyebut pendidikan politik menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi juga pelaku utama dalam setiap proses demokrasi.
“Inti dari demokrasi adalah partisipasi masyarakat. Karena Pemilu dan Pemilihan adalah milik rakyat, maka kami terus turun ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan mendorong partisipasi aktif,” ungkap Arya.
Dialog interaktif tersebut menjadi ruang sinergi antara penyelenggara Pemilu untuk sama-sama meneguhkan komitmen menjaga kualitas demokrasi.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, baik Bawaslu maupun KPU berharap masyarakat Buleleng semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam mengawal proses demokrasi.
Humas Bawaslu Buleleng