Wiratma Sebut Efisiensi Justru Melahirkan Inovasi dan Kinerja
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Efisiensi anggaran bukan alasan untuk menurunkan ritme kerja. Sebaliknya, kondisi tersebut justru harus menjadi pemantik lahirnya inovasi dan penguatan kinerja. Pesan itu disampaikan Anggota Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, saat melaksanakan monitoring dan supervisi di Kantor Bawaslu Buleleng, Senin (27/4).
Dalam arahannya, Wiratma menegaskan bahwa setiap tantangan selalu menghadirkan peluang. Menurutnya, kebijakan efisiensi yang tengah diterapkan harus disikapi secara adaptif dan kreatif oleh seluruh jajaran. "Efisiensi bukan penghalang untuk tetap produktif. Justru di tengah keterbatasan, kita dituntut untuk semakin inovatif dan mampu menunjukkan kinerja terbaik," ujar Wiratma.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kualitas kerja tidak semata ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, melainkan oleh kemampuan lembaga dalam beradaptasi dan memaksimalkan potensi yang ada. Karena itu, ia mendorong seluruh jajaran Bawaslu Buleleng untuk tetap menjaga semangat kerja, profesionalitas, dan komitmen dalam menjalankan tugas kelembagaan.
Selain menyoroti pentingnya inovasi, ia juga mengingatkan agar kedisiplinan tetap menjadi prioritas, terutama pada masa non-tahapan pemilu. Menurutnya, masa non tahapan bukanlah masa jeda, melainkan fase penting untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kapasitas internal. "Kedisiplinan dan administrasi adalah fondasi utama kelembagaan. Jangan sampai masa non-tahapan justru membuat ritme kerja menurun," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, mengataan bahwa penerapan pola kerja Work From Home (WFH) menghadirkan tantangan tersendiri bagi jajaran. Koordinasi, pengawasan internal, hingga menjaga produktivitas menjadi hal yang harus diadaptasi secara cepat.
Namun demikian, Carna menilai tantangan tersebut justru membuka ruang bagi lahirnya berbagai terobosan baru di lingkungan Bawaslu Buleleng. Salah satu inovasi yang konsisten dilaksanakan adalah program Jumat Belajar.
"WFH memang menjadi tantangan, tetapi justru dari situ lahir inovasi. Jumat Belajar menjadi ruang untuk menjaga semangat belajar, berdiskusi, dan meningkatkan kapasitas seluruh jajaran," ungkap Carna.
Program tersebut tidak hanya menjadi sarana pengembangan kapasitas, tetapi juga memperkuat komunikasi serta soliditas internal di tengah pola kerja yang fleksibel. Bagi Bawaslu Buleleng, inovasi merupakan kunci untuk memastikan roda organisasi tetap bergerak optimal.
Humas Bawaslu Buleleng