Wujudkan Pemilu Inklusif, Bawaslu Buleleng Kolaborasi dengan SLB Negeri 2 Buleleng Dorong Pemenuhan Hak Pilih Difabel
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng — Dalam upaya mewujudkan Pemilu yang inklusif, Bawaslu Buleleng menjalin kolaborasi dengan SLB Negeri 2 Buleleng guna mendorong pemenuhan hak pilih pemilih difabel. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan konsolidasi yang dilaksanakan di SLB Negeri 2 Buleleng, Senin (2/2).
Dalam pertemuan ini, Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, menyampaikan bahwa masih terdapat pemilih difabel yang belum dapat menggunakan hak pilihnya secara optimal akibat berbagai keterbatasan, terutama berkaitan dengan aksesibilitas. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Bawaslu dalam mendorong demokrasi yang setara dan berkeadilan. “Masih banyak pemilih yang belum dapat menggunakan hak pilihnya karena keterbatasan tertentu, seperti aksesibilitas. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama agar hak konstitusional setiap warga negara dapat terpenuhi,” ujar Carna didampingi anggotanya Putu Sugi Ardana, Gede Ganesha, dan I Ketut Adi Setiawan.
Ia menegaskan bahwa penguatan demokrasi melalui sosialisasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak politik warga negara, termasuk hak untuk memilih dan dipilih. “Penyandang disabilitas memiliki hak politik yang setara. Negara, termasuk penyelenggara Pemilu dan seluruh pemangku kepentingan, wajib memastikan mereka mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama dalam proses demokrasi,” tegasnya.
Anggota Bawaslu Buleleng Gede Ganesha mendorong adanya kerja sama dengan pihak SLB Negeri 2 Buleleng dalam pengembangan pengawasan partisipatif. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong peran aktif penyandang disabilitas dalam mengawal setiap tahapan Pemilu dan Pilkada.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri 2 Buleleng Putu Dewi Resiani menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan Bawaslu Buleleng. Ia menilai kehadiran Bawaslu menjadi jembatan penting dalam meningkatkan pemahaman serta memastikan pemenuhan hak pilih bagi peserta didiknya. Pihak SLB Negeri 2 Buleleng pada prinsipnya menyambut baik rencana sosialisasi dan kerja sama yang ditawarkan. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan partisipasi penyandang disabilitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Humas Bawaslu Buleleng