Bawaslu Buleleng Gandeng PGRI untuk Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Netralitas ASN
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng – Bawaslu Buleleng menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan partisipatif dan menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN), khususnya guru. Komitmen ini ditegaskan dalam audiensi yang dilakukan Bawaslu Buleleng bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Buleleng, Selasa (26/8).
Audiensi dipimpin langsung Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, bersama anggota Gede Ganesha, I Ketut Adi Setiawan, Putu Sugi Ardana, dan Gede Wira Mariyusa. Rombongan disambut Ketua PGRI Buleleng, Dr. I Putu Eka Wilantara, beserta jajaran pengurus organisasi guru tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ketua Bawaslu Buleleng I Kadek Carna Wirata menekankan pentingnya sinergi dengan PGRI sebagai wadah guru-guru di Buleleng. Menurutnya, guru memiliki peran strategis sebagai ASN yang wajib menjaga netralitas, sekaligus sebagai pendidik yang memberi teladan kepada generasi muda.
“PGRI menaungi seluruh guru di Buleleng, dan guru adalah kelompok yang harus benar-benar netral, tidak boleh terseret politik praktis. Pada Pilkada sebelumnya, tidak ada laporan maupun temuan keterlibatan guru dalam politik, dan ini harus tetap kita jaga. Pemilu bukan sekadar pesta lima tahunan, tetapi momentum pendidikan demokrasi yang harus dijaga bersama,” tegasnya.
Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, menyampaikan bahwa kerja sama dengan PGRI di kabupaten merupakan tindak lanjut dari MoU Bawaslu Bali dengan PGRI Bali. “Kami diharuskan untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan PGRI di masing-masing kabupaten/kota paling lambat 6 bulan terhitung sejak ditandatanganinya MoU tersebut" ungkap Ganesha.
Sementara itu, Ketua PGRI Buleleng Dr. I Putu Eka Wilantara menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa PGRI siap mendukung program Bawaslu, terutama dalam menjaga netralitas guru dan mendorong peran aktif mereka dalam penguatan demokrasi.
Sebagai tambahan, PGRI Buleleng juga memiliki program podcast dan webinar rutin di tanggal 25 setiap bulannya. Program ini dinilai dapat menjadi ruang strategis bagi Bawaslu Buleleng untuk menyampaikan sosialisasi terkait pengawasan partisipatif dan demokrasi kepada para guru.
Melalui sinergi ini, Bawaslu Buleleng berharap pengawasan pemilu di Kabupaten Buleleng semakin kuat, dengan peran guru sebagai garda netralitas sekaligus pendidik demokrasi bagi generasi mendatang.
Humas Bawaslu Buleleng