Lompat ke isi utama

Berita

Ngobrol Santai Ngebahas Demokrasi, Bawaslu Buleleng Ajak Alumni SKPP Bergerak Bersama

Foto Humas Bawaslu Buleleng

Singaraja, Bawaslu Buleleng – Suasana berbeda terlihat dalam pertemuan Bawaslu Buleleng bersama Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), Rabu (11/2). Tak berlangsung di ruang rapat formal, diskusi justru digelar santai di bawah rindangnya pohon, di Kopi De Kakiang. Namun, meski dikemas dalam nuansa kasual, topik yang dibahas tetap serius: masa depan demokrasi dan penguatan pengawasan partisipatif di Buleleng.

Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, menegaskan bahwa peran alumni SKPP sangat strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, pengawasan partisipatif tidak boleh berhenti pada momentum pemilu semata, melainkan harus terus digaungkan sebagai gerakan bersama.

“Demokrasi itu tidak cukup hanya diawasi oleh penyelenggara. Butuh partisipasi masyarakat. Alumni SKPP ini adalah mitra strategis kami karena sudah memahami konteks dan praktik pengawasan partisipatif,” ujar Ganesha.

Ia menambahkan, langkah konkret yang akan dilakukan adalah menggandeng kembali para alumni SKPP lintas angkatan untuk membentuk komunitas pengawasan partisipatif. Komunitas tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam menyebarluaskan semangat pengawasan.

Menurut Ganesha, kehadiran komunitas ini penting untuk memastikan masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi pengawas aktif dalam setiap proses demokrasi. Ia menyebut, minimal masyarakat memahami peran dan tanggung jawabnya dalam berdemokrasi.

Diskusi yang berlangsung santai itu juga menjadi ajang bertukar gagasan terkait tantangan demokrasi ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Ganesha menekankan bahwa keberlanjutan kaderisasi pengawas partisipatif harus menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, Alumni SKPP Buleleng, Agung Ardiansyah, menyambut baik inisiatif Bawaslu Buleleng tersebut. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengaktifkan kembali dan mengonsolidasikan kader-kader SKPP Buleleng dari angkatan sebelumnya.

“Kami siap berkoordinasi kembali dengan teman-teman alumni. Ini momentum yang baik untuk kembali bergerak bersama,” ungkap Agung.

Ia juga berharap, komunikasi dan kolaborasi seperti ini tidak berhenti pada satu pertemuan saja. Menurutnya, kesinambungan gerakan sangat diperlukan untuk menciptakan kader-kader pengawas yang tangguh dan siap terlibat aktif dalam setiap dinamika demokrasi.

Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa penguatan demokrasi tak selalu harus dimulai dari forum resmi. Dari obrolan santai di sudut kota, lahir komitmen untuk bergerak bersama menjaga integritas pemilu. Bawaslu Buleleng menegaskan, kolaborasi dengan alumni SKPP bukan sekadar reuni, melainkan langkah strategis membangun ekosistem pengawasan partisipatif yang berkelanjutan di Kabupaten Buleleng.

Humas Bawaslu Buleleng