Peduli Lingkungan dan Demokrasi, Nilai yang Ditanamkan Bawaslu Buleleng Lewat Jumpa Berlian
|
Singaraja, Bawaslu Buleleng — Kepedulian terhadap lingkungan dan demokrasi dinilai sebagai dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya membutuhkan kesadaran, keteraturan, serta tanggung jawab bersama agar dapat berjalan dengan baik. Semangat tersebut terus ditanamkan oleh Bawaslu Buleleng melalui Jumpa Berlian yang dilaksanakan rutin setiap Jumat.
Lingkungan yang bersih dan tertata rapi dipandang sebagai cerminan dari sistem yang sehat. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga demokrasi agar tetap tertib, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan publik. Melalui kebiasaan sederhana seperti merawat lingkungan, Bawaslu Buleleng berupaya menumbuhkan nilai kedisiplinan dan kepedulian yang relevan dengan pengawasan demokrasi.
Di sela Jumpa Berlian, Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, mengatakan menjaga kebersihan lingkungan dilakukan secara rutin dan tidak hanya berfokus pada hari Jumat. Menurutnya, kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan setiap hari, baik di lingkungan kerja maupun di ruang publik lainnya.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan dan tidak hanya berfokus di hari Jumat. Menjaga kebersihan itu harus menjadi kebiasaan setiap hari, karena lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab bersama,” ujar Ganesha pada Jumat (6/2).
Ia menjelaskan, lingkungan kerja yang tertata rapi akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan produktif. Kondisi tersebut secara tidak langsung berdampak pada kualitas kinerja lembaga dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu dan penguatan demokrasi.
Lebih jauh, Ganesha mengaitkan kepedulian terhadap lingkungan dengan kepedulian terhadap demokrasi. Ia menilai, jika lingkungan sekitar dirawat dengan baik, maka nilai-nilai keteraturan dan tanggung jawab juga akan terbawa dalam kehidupan berdemokrasi.
“Lingkungan yang tertata mencerminkan kesadaran kita bersama. Begitu pula demokrasi, harus kita tata dan jaga bersama,” tegasnya.
Bawaslu Buleleng memandang bahwa tanggung jawab menjaga demokrasi tidak hanya berada di pundak penyelenggara pemilu, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan dinilai sejalan dengan kesadaran kolektif dalam mengawal demokrasi yang jujur dan adil.
Dengan kepedulian yang tumbuh dari keseharian, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran bersama dalam menjaga tatanan sosial dan demokrasi.
“Peduli lingkungan dan peduli demokrasi harus berjalan beriringan. Keduanya sama-sama membutuhkan komitmen, kepedulian, dan tanggung jawab kita bersama,” pungkas Ganesha.
Humas Bawaslu Buleleng